ORARI Lokal Banda Aceh Ambil Peran dalam Simulasi Banjir pada Peringatan HKB 2026
Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, ORARI Lokal Banda Aceh turut ambil bagian dalam simulasi bencana banjir yang digelar di sejumlah titik di Kota Banda Aceh, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian simulasi kesiapsiagaan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi kebencanaan, hingga komunitas relawan.
Simulasi ditandai dengan pembunyian sirine peringatan dini secara serentak pada pukul 10.00 WIB sebagai tanda dimulainya latihan evakuasi mandiri oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, ORARI Lokal Banda Aceh berperan dalam mendukung komunikasi darurat, khususnya dalam skenario gangguan jaringan komunikasi utama. Dengan memanfaatkan frekuensi radio amatir, para anggota ORARI memastikan koordinasi antar titik simulasi tetap berjalan lancar.
Ketua ORARI Lokal Banda Aceh menyampaikan bahwa keterlibatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendukung upaya mitigasi bencana di daerah.“Radio amatir memiliki peran penting sebagai komunikasi alternatif saat kondisi darurat. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan kesiapan anggota dalam menghadapi situasi nyata,” ujarnya.
Simulasi bencana banjir ini disusun berdasarkan skenario yang telah dimatangkan oleh bersama , dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Fokus utama latihan meliputi respons cepat masyarakat, efektivitas sistem peringatan dini, serta koordinasi lintas sektor.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik saat sirine dibunyikan, karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan.
Partisipasi aktif dalam kegiatan ini semakin menegaskan peran strategis radio amatir dalam sistem komunikasi kebencanaan. Selain sebagai sarana hobi, ORARI kini menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan informasi, khususnya dalam situasi darurat ketika infrastruktur komunikasi modern tidak dapat diandalkan.
Melalui momentum HKB 2026, diharapkan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dapat terus diperkuat, sehingga Banda Aceh semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.